lifetime respect...

Sang pencari

Kisah Anekdot Gusdur tentang Presiden

1. Presiden Gila 
Mungkin semua telah mendengar atau membaca anekdot Gus Dur,  yang dengan enteng dia bicara tentang presiden,  sebuah lembaga terhormat,  tanpa beban, misalnya Gus Dur pernah membuat anekdot ini:
Presiden pertama, gila wanita.
Presiden Kedua, gila harta.
Presiden ketiga, gila pesawat.
Presiden keempat( dirinya sendiri, Gus Dur), pemilihnya yang gila!
Presiden  kelima gila dan zolimi dirinya
Presiden keenam & ketujuh gila serta menyolimi Presiden kelima
Presiden kedelapan gila mobil.... huahauhauhuu husss

Begitulah gaya Gus Dur, asyik banget! Dia bisa mentertawakan dirinya sendiri tanpa beban dan hidup dibuat ringan, “gitu aja kok repot!”  Kata yang ditinggalkan Gus Dur akan terus di ingat.
 =======================================================
2. Membuang Presiden

Apa akibatnya kalau seorang presiden terlampau lama memegang kekuasaan? Apalagi jika ditambah seringnya ia membohongi rakyatnya sendiri? Tentu rakyat akan protes dan marah, karena menganggap presidennya telah berkhianat.
Tapi ini cerita Gus Dur tentang seorang presiden Filipina yang punya tiga orang anak. Merasa ayah mereka adalah orang nomor satu di negerinya, anak-anal sang presiden pun lantas bertingkah neko-neko.
Anak kedua presiden ingin mencari popularitas dengan menyebarkan jutaan lembar uang kertas pecahan 5 peso dari sebuah pesawat terbang. Kakaknya tak mau kalah pamor. Dengan pesawat yang digunakan adiknya sebelumnya, sang kakak menyebarkan jumlah uang jauh lebih banyak dari adiknya.
Anak perempuan presiden juga ingin populer, tapi tidak mau meniru cara yang dilakukan oleh kedua kakaknya. Karena bingung, ia pun bertanya kepada pilot pesawat yang ikut menyebarkan uang bersama dua kakaknya itu.
“Mas kapten, aku ingin populer seperti dua kakakku sebelumnya, tapi tindakan populer apa yang bisa membahagiakan rakyat?” “Gampang sekali: Buang saja ayah nona dari atas pesawat.

=======================================================
3. Presiden tak bisa kencing
“Namun ada presiden yang tak bisa kecing, coba tebak siapa?” Tanya Sabar pada temannya, Subur.
” Loh memang ada presiden yang tak bisa kencing, gua ga pernah dengar” Kata Subur.
” Ada dong!’ Kata Sabar yakin.
” Presidenya sakit kali, sehingga tak bisa kencing!”  Jawab Subur.
“Salah”
“Presidennya  kurang minum”
“Salah”
” Presidennya sering olahraga, jadi air yang keluar dari badanya berupa  keringat,  bukan kencing!”
“Salah”
” Apaan dong, ini salah, itu salah!” Kata Subur mulai tak sabar.
” Presiden yang tak bisa kencing adalah presiden taxi!”  Kata Sabar.
” Ga bisa,  gua ga terima, itu kan mobil, bukan orang dan bukan presiden, tadi kan lu tanya siapa, bukan apa?” Subur protes.
” Ye… suka-suka gue dong, namanya juga tebakan!” Kata Sabar sambil cengesan.
 =======================================================
3. Presiden empat mata.

“Dua orang presiden bertemu empat mata, setelah ngobrol tentang  cabe, terasi, minyak goreng, mie rebus dan lain-lain.” Kata Subur, oh rupanya Subur tak malah kalah dengan Sabar.
“Tunggu dulu, lu bilang dua presiden bertemu, loh kok yang dibicarakan masa terasi, mie rebus segala macam, bukannya masalah politik, negara atau  masalah krisis BBM, presiden apaan tuh?” Tanya Sabar protes.
” Loh bisa saja, mengapa tidak?” Kata Subur enteng.
” Ga bisa.. mana ada dua orang presiden bertemu empat mata bicara soal mie rebus?” Kata Sabar gemes.
” Lo bisa saja!”  Kata Subur lagi.
” Buktinya apa?” Kata Sabar makin tak sabaran.
” Iya, karena dua presiden tadi yang satu presiden partai, yang satunya presiden taxi!” Kata Subur menjelaskan.
“Loh ga bisa dong! Masa presiden partai disamakan dengan presiden taxi, lagi pula presiden partai itukan jabatan di sebuah partai yang isinya orang, sedangkan presiden taxi itu nama perusahaan angkutan mobil, dan bukan orang, masa orang dan mobil bertemu empat mata?” Kata Sabar protes panjang.
“Loh itu suka suka gua!” Kata Subur nyengir sambil senyum kemenangan, karena berhasil membalas tebakan-tebakan Sabar.
” Oke… oke,  satu satu!” Kata Sabar.
  =======================================================
4. Presiden dan Burung Beo
Presiden 1: ” Ada burung beo yang sudah diajarkan dua bahasa sekaligus, dan burung beo tadi bisa menirukan dengan bagus,  satu bahasa Inggris dan dua bahasa Rusia. Jadi kalau ditarik kakinya yang kanan, burung beo  akan bicara bahasa Inggris dan kalau ditarik kakinya yang kiri burung beo akan bicara bahasa Rusia, hebatkan!”
Presiden 2: ” Hebat-hebat!”
” Bagaimana kalau kedua kakinya ditarik?” Tanya presiden 1
” Wah pasti burung beo tadi bisa dua bahasa sekali gus!”  Jawab presiden 2
” Salah”
” Oh mungkin dua bahasa tadi menjadi campur aduk!”
” Salah”
” Atau mungkin salah satu katanya akan ketukar, satu bahasa Inggris dan kata kedua bahasa Rusia”
” Salah”
“Loh…jadi gimana dong?”
” Yang jelas kalau dua kakinya ditarik burung beonya jatuh dari sarangnya, bego!”
” Eh jangan main-main ya, gini gini gua presiden,  walau hanya di rumah tangga, masa lu bilang bego!”
” Presiden bego … presiden bego… presiden bego !” Suara burung beo terdengar berulang-ulang.
 =======================================================
5. Gus Dur dan Megawati Ternyata Saudara?

DALAM dialog TVRI, yang dipandu Garin Nugroho dan Usi Karundeng, saat menjabat sebagai presiden, Gus Dur ditanya tentang hubungannya yang memburuk dengan Megawati. Gus Dur pun membantahnya.
Sebab, kata dia, dirinya dan Megawati masih kerabat cukup dekat. Loh ini benar-benar berita baru. Dari mana asal-usul hubungan kekerabatnnya itu?
“Lah Megawati itu kan anaknya Bung Karno,” jawab Gus Dur, tentu semua orang sudah tahu. “Lah Bung Karno itu siapa? Kan keturunan Raden Patah (Raja pertama kerajaan Islam Demak) Saya sendiri siapa? Saya ini keturunan adiknya Raden Patah,” imbuhnya.
Tentu saja pernyataan ini membuat pekerjaan besar para sejarahwan Indonesia, untuk mengecek kebenaran info dari Gus Dur itu. Yang jelas jajaran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sendiri sungguh tak paham ihwal hubungan darah Gus Dur dan Megawati ini.
Seorang tokoh PKB, saat ditanya wartawan di Gedung DPR sambil mengangkat tangan mengaku, “Wah soal ini saya tidak tahu menahu,” dan buru-buru melangkah pergi, khawatir diminta penjelasan mengenai ketidaktahuannya itu.
=======================================================
6. “Dimasukkan Kertas To Yo!”

CERITA ini sudah lama, sewaktu Almarhum Gus Dur masih menjabat sebagai orang nomor satu di PBNU. Kantor PBNU waktu itu baru saja dilengkapi dengan mesin faksimili.
Hari itu, Arifin Junaidi (Wakil Sekjen PBNU kala itu) tengah memperagakan cara mengirim faksimili di depan Gus Dur. Di saat bersamaan mantan Presiden RI keempat ini kedatangan seorang rekannya. Mereka bertiga jadi memperhatikan mesin canggih itu.
Loh ngirim tulisan pakai mesin ini apa bisa diterima persis di sana?” tanya rekan Gus Dur terheran-heran.
Arifin menjawab yakin, “Lah iya no!”
Setelah Arifin memfaksimili, tiba-tiba ada faks masuk. Mendengar bunyi dan masuknya faks itu membuat rekan Gus Dur semakin kagum saja.
“Wah mesin faks ini memang luar biasa, nggak masuk di akal ya,” komentar rekan Gus Dur itu sambil geleng-geleng kepala.
Spontan Gus Dur langsung nyeletuk, “Ya jangan dimasukkin akal dong, dimasukin kertas to yo,” jawab ringan Gus Dur menggunakan dialek Jawa.
====================================================
7. Keputusan Rapat

Saat masih berada di bangku sekolah, Gus Dur memang terkenal sebagai anak yang usil bin jail.
Pernah suatu kali dia berusaha mengerjai guru Bahasa Inggrisnya, dengan seember air, yang digantung di pintu kamar mandi di sekolahnya. Karuan saja, saat sang guru hendak membuka pintu, “Byuur!” basah kuyuplah sang guru asal Batak tersebut.
Namun ketika sang guru bertanya, “Siapa yang punya ide untuk menaruh ember itu di situ?”
Sambil menahan tawa Gus Dur menjawab, “Awalnya memang saya yang punya ide Bu. Tetapi kemudian sudah menjadi keputusan rapat.”
====================================================
8. Kuli Dan Kyai
Rombongan jamaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab.
Melihat itu, rombongan jamaah haji tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap: Amin, Amin, Amin!
Gus Dur yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka: “Lho kenapa Anda berkerumun di sini?”
“Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi pakai serban, mereka itu pasti kyai.
===============================================
9. BABI HARAM
Suatu ketika Gus Dur dan ajudannya terlibat percakapan serius.
Ajudan: Gus, menurut Anda makanan apa yang haram?
Gus Dur: Babi
Ajudan: Yang lebih haram lagi
Gus Dur: Mmmm … babi mengandung babi!
Ajudan: Yang paling haram?
Gus Dur: Mmmm … babi mengandung babi tanpa tahu bapaknya dibuat sate babi!
===============================================
10. Humor DPR
Ini guyonan tentang prilaku anggota DPR RI. Sempat menyebut mereka sebagai anak TK, Gus Dur pun berseloroh anggota DPR sudah ‘turun pangkat’ setelah ricuh dalam sidang paripurna pembahasan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada 2004 silam.
“DPR dulu TK sekarang playgroup,” kata Gus Dur di kediamannya di Ciganjur, Jakarta, Selatan, Kamis (17/03), ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang kejadian di DPR saat sidang Rabu (16/03).
===============================================
11. Media Salah Kutip
Gus Dur, dalam satu acara peluncuran biografinya, menceritakan tentang kebiasan salah kutip oleh media massa atas berbagai pernyataan yang pernah dikeluarkannya.
Dia mencontohkan, ketika berkunjung ke Sumatera Utara ditanya soal pernyataan Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew tentang gembong teroris di Indonesia, dia mengatakan, pada saatnya nanti akan mengajarkan demokratisasi di Singapura. Namun, sambungnya, media massa mengutip dia akan melakukan demo di Singapura.
=================================================
12.Gus Dur Dan Orang Mati
Mungkinkah Gus Dur benar-benar percaya pada isyarat dari makam-makam leluhur? Kelihatannya dia memang percaya, sebab Gus Dur selalu siap dengan gigih dan sungguh-sungguh membela “ideologi”nya itu. Padahal hal tersebut sering membuat repot para koleganya.
Tapi, ini mungkin jawaban yang benar, ketika ditanya kenapa Gus Dur sering berziarah ke makam para ulama dan leluhur.
“Saya datang ke makam, karena saya tahu. Mereka yang mati itu sudah tidak punya kepentingan lagi.” katanya.
===============================================
13.Do You Like Salad?
Rombongan istri pejabat Indonesia pelesir ke San Fransisco menemani suami mereka yang sedang studi banding. Ceritanya mereka mampir ke sebuah restoran. Ketika memesan makanan, mereka bingung dengan menu-menu makanan yang disediakan. Melihat itu, sang pelayan berinisiatif menawarkan makanan yang barangkali semua orang tahu.
“If you Confuse with menu, just choose one familiar..” kata si pelayan
Rombongan ibu-ibu saling berbisik menebak si pelayan itu ngomong apa.
Si Pelayan tersenyum “Oke, do you like salad ?”
Seorang ibu yang sok tahu menjawab “Sure, I am Moslem, five times in one day”
===============================================
14. Hanyutnya Presiden Soeharto
Sudah tentu mantan presiden Soeharto kebagian sentilan Gus Dur. Ceritanya, suatu hari Pak Harto memancing di sebuah sungai. Bekas orang kuat itu dikenal gemar memancing (dan barangkali bukan cuma ikan yang dipancingnya). Saking asyiknya, Pak Harto tidak sadar bahwa air sungai itu meluap, lalu terjadilah banjir besar.
Pak Harto hanyut terbawa arus deras. Selama hanyut itu rupanya dia tak sadarkan diri, dan ketika dia terbangun dia berada jauh dari tempatnya semula. Keadaannya sangat sepi, hanya ada seorang petani, yang rupanya telah menolong Pak Harto.
Merasa berutang budi dan sangat berterima kasih, Pak Harto berkata pada penolongnya itu.
“kamu tahu nggak saya ini siapa?” tanya Pak Harto.
“Tidak,” jawab si penolong.
“Saya ini Soeharto, Presiden Republik Indonesia.
Nah, karena kamu sudah menolong saya, maka kamu boleh minta apa saja yang kamu mau, pasti saya beri. Ayo katakan saja keinginan kamu.”
“Saya cuma minta satu hal saja, Bapak Presiden,” kata sang penolong. “Katakan saja apa itu?” Kata Pak Harto.
“Tolong jangan bilang siapa-siapa bahwa saya yang menolong Bapak.” 
==============================================
15. Menebak usia mumi
Ini cerita Gus Dur beberapa tahun yang lalu, sewaktu jaman orde baru . Cerita tentang sayembara menebak usia mumi di Giza, Mesir . Puluhan negara diundang oleh pemerintah Mesir, untuk mengirimkan tim ahli paleoantropologinya yang terbaik . Tapi, pemerintah Indonesia lain dari yang lain, namanya juga jaman orde baru yang waktu itu masih bergaya represif misal banyaknya penculikan para aktivis . Makanya pemerintah mengirimkan seorang aparat yang komandan intel .
Tim Perancis tampil pertama kali, membawa peralatan mutakhir, ukur sana ukur sini, catat ini dan itu, kemudian menyerah tidak sanggup . Pakar Amerika perlu waktu yang lama, tapi taksirannya keliru . Tim Jerman menyatakan usia mumi itu tiga ribu dua ratus tahun lebih sedikit, juga salah . Tim Jepang juga menyebut di seputar angka tersebut, juga salah .
Giliran peserta dari Indonesia maju, Pak Komandan ini bertanya pada panitia, bolehkah dia memeriksa mumi itu di ruangan tertutup .
“Boleh, silahkan,” Jawab panitia .
Lima belas menit kemudian, dengan tubuh berkeringat pak komandan itu keluar dan mengumumkan temuannya kepada tim juri .
“Usia mumi ini lima ribu seratus dua puluh empat tahun tiga bulan tujuh hari,” Katanya dengan lancar, tanpa keraguan sedikit pun .
Ketua dan seluruh anggota tim juri terbelalak dan saling berpandangan, heran dan kagum . Jawaban itu tepat sekali ! Bagaimana mungkin pakar dari Indonesia ini mampu menebak dengan tepat dalam waktu sesingkat itu ? hadiah pun diberikan . Ucapan selamat mengalir dari para peserta, pemerintah Mesir, perwakilan negara-negara asing dan sebagainya dan sebagainya . Pemerintah pun bangga bukan kepalang .
Menjelang kembali ke Indonesia, Pak komandan dikerumuni wartawan dalam dan luar negeri di lobby hotel .
“Anda luar biasa,” kata mereka . ” Bagaimana cara anda tahu dengan persis usia mumi itu?”
Pak komandan dengan enteng menjawab,”saya gebuki, ngaku dia .” 
=============================================
16. Lebih Enak Jadi Makelar Motor
“Gus, apakah Gus Dur ikut menjadi mak comblangnya Dessy dengan Latief?” tanya wartawan pada saat isu pernikahan Menteri Tenaga Kerja A Latief dengan artis Dessy Ratnasari beredar.
“Ah, nggak! Daripada jadi makelar begituan, lebih enak jadi makelar motor,” jawab Gus Dur.
Mendengar jawaban tersebut, si wartawan terus mengejar, “Apakah untungnya lebih besar kalau jadi makelar motor, Gus?”
“Bukan begitu. Bayangkan, kalau menjadi makelar orang kawin itu susah. Kalau makelar sepeda motor kan bisa ngelapi, dan nyobain, lalu numpaki. Coba, mana bisa begitu kalau jadi makelar kawinan? Jangankan mau numpaki, mencet klaksonnya saja dilarang,” jawab Gus Dur.  


sumber : http://hiburan.kompasiana.com
              http://situsmisteri.wordpress.com
              http://donnymontang.blogspot.com

2 Comments for "Anekdot GUSDUR tentang Presiden"